site.pilih_bahasa

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UDB Surakarta Raih Juara 1 Essay Festival Perkantoran 2026 UNS

  • Kategori: Berita Universitas
  • Tanggal: 07 Oktober 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta dalam ajang perlombaan tingkat nasional. Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UDB Surakarta berhasil meraih Juara 1 Lomba Essay Festival Perkantoran 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri dari Dwi Nur Jannah (NIM 250103118), Naufal Danadyaksa (NIM 250103127), dan Galih Enggal Jati (NIM 250103074). Dalam mengikuti kompetisi tersebut, tim mendapatkan bimbingan dari Wiji Lestari, S.Si., M.Kom. dan Pipin Widyaningsih, S.Kom., M.Kom.

Dalam ajang Festival Perkantoran 2026 UNS, tim Fakultas Ilmu Komputer UDB Surakarta mengangkat karya berjudul “Implementasi AI Voice Assistant Berbasis IoT sebagai Media Interaktif untuk Meningkatkan Pengalaman Pengunjung Museum di Era Digital.” Karya tersebut menawarkan gagasan inovatif mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung museum. Gagasan ini berangkat dari kondisi museum di Indonesia yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya, namun penyampaian informasi kepada pengunjung pada umumnya masih dilakukan secara satu arah melalui plakat teks maupun audio guide.

Melalui konsep yang ditawarkan, museum dapat dikembangkan menjadi ruang interaktif yang memungkinkan pengunjung berkomunikasi secara langsung dengan sistem berbasis AI. Pengunjung dapat mengajukan pertanyaan mengenai koleksi museum melalui suara, kemudian sistem memproses pertanyaan tersebut dan memberikan jawaban secara cepat dalam bentuk suara. Teknologi yang dirancang memanfaatkan perangkat ESP32-S3 yang dilengkapi tombol, mikrofon, dan speaker. Pertanyaan suara dari pengunjung dikirimkan ke server lokal untuk diproses melalui teknologi Speech-to-Text, kemudian dicocokkan dengan basis data resmi museum menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG). Selanjutnya, Large Language Model (LLM) digunakan untuk menghasilkan jawaban yang relevan sebelum dikonversi kembali menjadi suara melalui teknologi Text-to-Speech (TTS).

Dengan mekanisme tersebut, pengunjung tidak hanya membaca informasi yang tersedia, tetapi dapat melakukan interaksi dan memperoleh informasi sesuai dengan pertanyaan yang ingin diketahui. Konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman kunjungan museum yang lebih personal, informatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Gagasan yang diusung tim juga didukung oleh sejumlah temuan empiris terkait pemanfaatan teknologi interaktif pada museum. Salah satunya menunjukkan adanya 727 pertanyaan pengunjung dalam kurun waktu satu bulan pada sebuah studi di Warsawa. Selain itu, penggunaan antarmuka chatbot dengan fitur suggested questions juga menunjukkan skor usability yang lebih tinggi, sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan konsep interaksi pengunjung dengan sistem AI.

Sebagai bentuk implementasi nyata, tim mengusulkan penerapan teknologi tersebut melalui pilot project di Museum Lokananta dan Museum Keris Nusantara di Surakarta. Dari sisi biaya, perangkat dirancang agar relatif terjangkau dengan estimasi kebutuhan sekitar Rp350.000–Rp550.000 per unit, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan museum. Tim juga memperhatikan berbagai tantangan dalam penerapan AI Voice Assistant di lingkungan museum. Beberapa risiko yang diantisipasi antara lain halusinasi AI, gangguan kebisingan lingkungan, ketergantungan terhadap jaringan internet, serta aspek privasi data suara pengunjung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, solusi yang ditawarkan meliputi evaluasi dan validasi basis data, penggunaan mikrofon dengan kemampuan peredam kebisingan, penyediaan mode cadangan secara lokal, serta mekanisme penghapusan rekaman suara secara otomatis.

Pengembangan teknologi ini juga diarahkan melalui kolaborasi antara dinas kebudayaan dan perguruan tinggi, khususnya dalam aspek penelitian, pendanaan, pengembangan sistem, serta evaluasi implementasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian dan penyebarluasan informasi budaya. Keberhasilan meraih Juara 1 pada Festival Perkantoran 2026 UNS menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UDB Surakarta mampu menghadirkan gagasan inovatif yang menggabungkan teknologi AI dan IoT dengan kebutuhan nyata di bidang kebudayaan dan pariwisata.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Duta Bangsa Surakarta untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan akademik melalui berbagai kompetisi tingkat nasional. Diharapkan karya yang dihasilkan tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.



berita_lain