Upacara Hari Kemerdekan Republik Indonesia ke 72 di Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa Surakarta Berlangsung Khidmat

  • Kategori: Berita Universitas
  • Tanggal: 18 Agustus 2017

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (Fakultas Ilmu Komputer) Duta Bangsa Surakarta menyelenggarakan Upacara Bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di halaman depan Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa Surakarta, Kamis (17/08/2017).

Ketua Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa Surakarta  Drs. H. Singgih Purnomo.  MM  menjadi Pembina Upacara Bendera. Upacara diikuti oleh Dosen, karyawan, BEM, Wana Buana, Fokkam dan Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa Surakarta.

Ketua Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa sebagai Pembina Upacara memimpin peringatan detik-detik proklamasi dengan membaca Naskah Proklamasi dan Sambutan Menristekdikti. Dalam sambutanya Ketua Fakultas Ilmu Komputer Duta Bangsa Drs. H. Singgih Purnomo.MM yang membacakan sambutan dari Menristekdikti mengajak agar sebagai warga bangsa terus menjunjung komitmen dan senantiasa melaksanakan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme.
Sebagai wujud syukur kita atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita masih diberikan kesempatan untuk menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Rasa syukur ini kita aktualisasikan dengan “Indonesia Kerja Bersama” dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama (Soekarno, Juni 1945).
Marilah kita bersama-sama membangun bangsa ini, bergotong-royong, bahu-membahu, bersinergi, dan saling melengkapi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Lebih lanjut Ketua Stmik Duta Bangsa mengatakan bahwa tugas berat mengisi kemerdekaan adalah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa, kita tidak anti impor, tetapi harus mempu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada negara lain. “Maka menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi penerus untuk dapat mengukir sejarah baru yang terus berubah maju, tanpa harus mengorbankan harga diri dan jati diri”.



Berita Lain